Karawangplus.com – Perumdam Tirta Tarum kini berusia 39 tahun. Sebuah usia dimana gerak dan langkahnya penuh kematangan. Namun dibalik itu terselip pekerjaan rumah yang selama bertahun-tahun belum benar-benar selesai, air bersih di wilayah yang selama ini kerap kekurangan. Oleh karenanya, melalui podium pengarahan, Bupati Karawang menetapkan misi pasokan ke selatan.
Bupati H Aep Syaepuloh SE hadir bersama Wakil Bupati H Maslani, Sekretaris Daerah H Asep Aang Rahmatullah, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam acara yang digelar sebagai penanda usia baru perusahaan air minum milik daerah itu.
Namun pidato yang disampaikan bupati tidak banyak bicara soal perayaan. Fokusnya justru tertuju pada ancaman krisis air yang saban tahun menghantui wilayah selatan Karawang ketika musim kemarau datang.
Menurut Bupati, Perumdam Tirta Tarum tak bisa lagi bekerja dengan pola lama. sSekadar menunggu keluhan masyarakat muncul lalu bergerak setelah krisis terjadi. Ia meminta perusahaan daerah itu mulai membangun langkah jangka panjang, terutama mencari dan membuka sumber-sumber air baku baru untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.
“Di selatan itu, persoalan utamanya ialah masalah air. Di utara gak ada masalah. Jadi saya minta tolong sama pak Dikdik (dirut) karena air ini kebutuhan hajat orang hidup,” kata bupati.
Karawang Selatan selama ini menjadi kawasan paling rentan ketika debit air mulai menurun. Sejumlah wilayah kerap mengalami kekeringan akibat ketiadaan air mengingat selatan adalah dataran tinggi. Keterbatasan pasokan dan infrastruktur yang belum memadai turut serta menghantui.
Namun persoalan Perumdam bukan hanya soal penguatan jaringan dan pencarian sumber air baru. Bupati juga menyoroti kebocoran jaringan distribusi.
Di beberapa titik, air yang seharusnya mengalir ke pelanggan justru hilang di tengah jalan akibat jaringan tua yang perlu peremajaan hingga kerusakan.
Karena itu, Bupati meminta Perumdam tidak hanya fokus meningkatkan produksi air, tetapi juga memperbaiki efisiensi jaringan distribusi. Menurut dia, kebocoran harus ditekan agar kapasitas yang dimiliki benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
Di tengah tuntutan tersebut, pemerintah daerah justru menaikkan target kontribusi Perumdam terhadap pendapatan daerah. Tahun ini, dividen Perumdam Tirta Tarum ditargetkan mencapai Rp17,4 miliar. Lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Target itu menunjukkan dua hal sekaligus. Ambisi pemerintah daerah terhadap kinerja BUMD, dan tekanan yang kini berada di pundak perusahaan air minum tersebut.
Di satu sisi, Perumdam dituntut meningkatkan pelayanan publik. Di sisi lain, perusahaan juga harus menghasilkan keuntungan bagi kas daerah.
Bupati tampaknya memahami konsekuensi itu. Karena itulah ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah menambah penyertaan modal bagi Perumdam Tirta Tarum. Suntikan modal tersebut disebut penting untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, memperluas jaringan distribusi, memperbaiki titik kebocoran, hingga membuka sumber air baku baru.
Bagi pemerintah daerah, investasi terhadap Perumdam bukan semata urusan bisnis, melainkan kebutuhan strategis daerah. Memastikan setiap tetes air mengalir hingga saluran paling ujung di kampung-kampung Karawang Selatan.
Penulis : John O’ray
karawangplus.com Jujur Memotret Karawang