karawangplus.com – Pagi masih basah ketika rombongan Persika 1951 meninggalkan Stadion Singaperbangsa, Jumat lalu. Tak ada gegap gempita berlebihan. Yang terdengar justru pesan sederhana namun tegas: jangan sekadar datang ke Boyolali, tapi pulang membawa hasil.
Target itu diucapkan terang-terangan oleh Ketua Umum Persika 1951, Asep Aang Rahmatullah. Sembilan poin. Sapu bersih. Sebuah target yang terdengar berani untuk klub yang baru menapaki putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026. Tapi keberanian memang kerap menjadi bahan bakar utama sepak bola daerah.
Persika 1951 sedang mencoba keluar dari bayang-bayang romantisme masa lalu. Klub ini ingin membuktikan bahwa Karawang bukan hanya lumbung padi dan kawasan industri, melainkan juga tanah yang masih menyimpan denyut sepak bola yang keras dan hidup.
“Kita harus menunjukkan permainan terbaik untuk menembus promosi ke Liga 3 musim depan,” ujar Asep Aang di hadapan pemain dan jajaran pelatih.
Ucapan itu bukan sekadar seremoni pelepasan. Ada harapan besar yang sedang dititipkan kepada skuad berjuluk Laskar Jawara tersebut. Setelah tampil impresif di Liga 4 Seri I Piala Gubernur Jawa Barat 2025, Persika 1951 mulai dilirik sebagai salah satu kekuatan baru dari Jawa Barat.
Bagi Karawang, keberhasilan menembus putaran nasional bukan pencapaian kecil. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak klub daerah tenggelam oleh persoalan klasik: dana minim, pembinaan yang putus di tengah jalan, hingga kehilangan identitas. Persika 1951 mencoba melawan arus itu.
Asep Aang menyebut Persika bukan sekadar klub sepak bola. Di pundak para pemain, ada nama Karawang yang ikut dipertaruhkan. Karena itu ia meminta tim menjaga semangat juang dan sportivitas selama bertanding di Boyolali.
Harapan lain juga mulai tumbuh dari Stadion Singaperbangsa yang telah direnovasi. Stadion itu diproyeksikan menjadi kandang putaran nasional. Sebuah sinyal bahwa Karawang tengah bersiap membangun atmosfer sepak bola yang lebih serius dan layak.
Di ruang ganti, optimisme serupa juga terdengar. Manajer tim Taryadi memastikan persiapan fisik, strategi, dan mental pemain telah dimatangkan. Ia menyebut para pemain datang dengan motivasi besar: membawa Persika 1951 naik kelas.
Grup I memang bukan lintasan mudah. Persika 1951 akan menghadapi Persebi Boyolali, Persipani Paniai, dan Persindra Indramayu. Tiga lawan dengan karakter berbeda. Tiga pertandingan yang akan menguji seberapa kuat mental Laskar Jawara di level nasional.
Namun sepak bola selalu menyukai keberanian. Laskar Jawara kini membawa satu hal yang sering tak terbeli: keyakinan bahwa mereka pantas bersaing.
Minggu, 31 Mei 2026, laga pertama melawan Persindra Indramayu akan menjadi pembuka jalan itu. Boyolali bukan sekadar tempat bertanding. Di sana, Persika 1951 sedang mencoba menulis-ulang bagaimana sepak bola Karawang akan dikenang.
Penulis : John O’ray
karawangplus.com Jujur Memotret Karawang