Karawangplus.com – Ketua HIPMI Karawang, David, mengkritisi pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah dan dinilai sangat mengganggu aktivitas dunia usaha.
Menurut David, sejumlah pelaku usaha di Karawang mengeluhkan dampak pemadaman listrik terhadap operasional bisnis mereka. Mulai dari terganggunya proses produksi, pelayanan kepada pelanggan, hingga potensi kerugian akibat terhentinya aktivitas usaha selama listrik padam.
“Banyak teman-teman pengusaha yang menyampaikan keluhan kepada kami. Pemadaman listrik ini sangat mengganggu operasional usaha, terutama bagi sektor yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil,” ujar David.
Ia menilai listrik merupakan kebutuhan dasar bagi dunia usaha. Karena itu, setiap pemadaman seharusnya dapat diinformasikan lebih awal dan dijadwalkan dengan mempertimbangkan jam-jam produktif agar tidak menghambat kegiatan ekonomi masyarakat.
David berharap PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan kepastian kepada pelanggan, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan keandalan pasokan listrik untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan bisnis.
“Pengusaha tentu memahami jika ada perbaikan atau gangguan teknis. Namun yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap kegiatan usaha. Kami berharap ada komunikasi yang lebih baik dan langkah antisipasi agar dunia usaha tidak terlalu dirugikan,” katanya.
HIPMI Karawang juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan penanganan gangguan listrik agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah Karawang yang mengundang keluhan masyarakat itu direspon langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE. Bupati mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Manajer PLN Karawang untuk meminta agar pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas masyarakat.
Menurut Aep, pemadaman listrik sebaiknya tidak dilakukan pada jam-jam krusial, terutama pada pagi hari ketika masyarakat mulai beraktivitas dan membutuhkan pasokan listrik maupun air bersih.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Manajer PLN Karawang. Saya meminta agar jadwal pemadaman memperhatikan waktu aktivitas masyarakat. Terutama pagi hari saat warga mulai beraktivitas. Jangan sampai masyarakat kesulitan karena tidak ada listrik dan air,” ujarnya.
Selain itu, Aep juga menegaskan bahwa fasilitas pelayanan publik yang bersifat vital harus menjadi prioritas dan tidak boleh terdampak pemadaman listrik.
“Saya juga meminta agar pelayanan dan fasilitas medis seperti rumah sakit tidak terkena pemadaman. Ini sangat vital dan krusial karena menyangkut keselamatan serta pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, PLN Karawang menyampaikan bahwa pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari gangguan dan pengaturan sistem kelistrikan yang juga terjadi di sejumlah daerah lain, bukan hanya di Karawang.
Pemkab Karawang berharap PLN dapat meminimalkan dampak pemadaman terhadap masyarakat dan dunia usaha agar aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.
karawangplus.com Jujur Memotret Karawang