DLHK Karawang Selidiki Ribuan Ikan Mati Sepanjang Irigasi

Karawangplus.com – Ratusan ikan ditemukan mati mengambang di saluran irigasi Johar, Karawang, memicu keresahan warga yang khawatir terjadi pencemaran lingkungan.

Bangkai ikan memenuhi aliran air sejak Senin malam, sebagian tersangkut di rumpun rumput air, sebagian lain hanyut perlahan mengikuti arus keruh yang melintas di kawasan Leuweung Sereuh.

Laporan warga yang masuk sekitar pukul 22.00 WIB langsung direspons cepat oleh Tim Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan (PPL) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang bersama Satgas Citarum Harum yang bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Langkah cepat itu menjadi penanda bahwa peristiwa kematian ikan massal bukan perkara yang dianggap remeh. Di tengah kekhawatiran warga terhadap kemungkinan pencemaran, petugas memilih bekerja senyap namun sistematis.

Keesokan paginya, pemeriksaan awal kualitas air dilakukan menggunakan alat pengukur pH. Hasil sementara menunjukkan angka pH berada di level 6, masih dalam kategori normal.

Namun DLHK Karawang tidak tergesa menarik simpulan. Di situlah kehati-hatian justru tampak bekerja. Tim Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan (PPL) DLHK Karawang, Lucky mengatakan pihaknya memilih memperluas penyelidikan dengan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium lingkungan. Dari sana nantinya akan diketahui apakah terdapat parameter yang melampaui baku mutu dan menjadi pemicu kematian ikan.

“Kami sudah melakukan pengecekan awal di lapangan dan hasil pH air masih normal. Namun untuk memastikan penyebab sebenarnya, kami mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium lingkungan,” kata Lucky, Selasa, 2 Juni 2026.

Di banyak kasus lingkungan, kepanikan kerap melahirkan dugaan liar. Namun kali ini, DLHK Karawang memilih jalur yang lebih terukur: investigasi berbasis data. Sejumlah kemungkinan sumber pencemaran masih dipetakan, termasuk dugaan kandungan amonia yang disebut juga terjadi di kawasan Jatiluhur, Purwakarta. Informasi itu diperoleh setelah DLHK Karawang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta. Meski demikian, dugaan tersebut belum dijadikan kesimpulan akhir.

“Kami mendapat informasi bahwa di Jatiluhur juga terjadi kematian ikan dalam jumlah banyak yang diduga akibat amonia dari pakan ikan. Namun informasi itu belum bisa dipastikan dan masih perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya.

Sambil menunggu hasil uji laboratorium, DLHK Karawang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak mengambil maupun mengonsumsi ikan mati yang ditemukan di sepanjang saluran irigasi Johar. Imbauan itu disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat terhindar dari risiko gangguan kesehatan.

Di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi, respons cepat DLHK Karawang memperlihatkan satu hal penting: persoalan lingkungan tidak cukup ditangani dengan asumsi. Ia memerlukan ketelitian, koordinasi, dan keberanian untuk bekerja berdasarkan fakta. Hingga kini, penyebab pasti kematian massal ikan itu masih dalam proses penyelidikan laboratorium.

Check Also

Ajat Patah Tulang Loncat Dari Lantai 3 Loloskan Diri di Kamboja

Karawangplus.com – Mula-mula yang datang adalah janji gaji besar, kerja ringan, dan angin surga hidup …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.