Piala Presiden 2026, Persika 1951 Boyong 25 Pemain ke Boyolali

Karawangplus.com – Boyolali akan menjadi panggung berikutnya bagi Persika 1951. Klub asal Karawang itu dijadwalkan menjalani babak Grup I Liga 4 Seri Nasional Piala Presiden 2026 mulai akhir Mei ini. Setelah lama berkutat di sepak bola daerah yang sunyi dari sorotan, Persika kembali membawa satu hal yang paling akrab bagi klub-klub tradisional, yakni harapan.

Manajer tim Persika 1951 Taryadi, membawa 25 pemain untuk menghadapi turnamen tersebut. Rombongan bertolak dengan keyakinan yang tidak kecil. Persiapan tim, kata dia, sudah mencapai seratus persen.

“Kami optimis bisa meraih kemenangan dan melaju ke babak berikutnya,” ujarnya.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, skuad Persika terus menjalani pemusatan latihan dan uji coba demi mematangkan komposisi tim. Wajah-wajah muda mendominasi skuad, berpadu dengan beberapa pemain yang lebih matang sebagai penyeimbang ruang ganti.

Namun di level Liga 4, kesiapan bukan hanya soal taktik. Turnamen kasta bawah sepak bola nasional selalu menghadirkan persoalan lain. Mulai dari tekanan mental, stamina, hingga kemampuan bertahan dalam jadwal yang rapat dan fasilitas yang serba terbatas. Di sinilah biasanya karakter sebuah tim diuji.

Berdasarkan jadwal yang beredar, Persika akan menjalani tiga pertandingan di Grup I yang digelar di Stadion Kebogiro, Boyolali. Laga perdana akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, menghadapi Persindra Indramayu pukul 13.00 WIB.

Tiga hari berselang, tepatnya Rabu, 3 Juni 2026, Persika akan bertemu Persebi Boyolali pada pukul 15.15 WIB. Pertandingan ini diperkirakan menjadi laga paling berat karena tuan rumah dipastikan mendapat dukungan penuh publik Boyolali.

Selanjutnya, pada Sabtu, 6 Juni 2026, Persika dijadwalkan menghadapi Persipani Paniai pada jam yang sama.

Di tengah atmosfer tribun yang diperkirakan panas, Persika datang membawa identitas yang terus dijaga, Hayam Ciparage. Julukan yang diambil dari legenda ayam petarung khas Karawang itu kini kembali dihidupkan sebagai simbol keberanian dan daya juang klub.

Bagi sebagian pendukungnya, Liga 4 mungkin hanya kompetisi kasta bawah. Tetapi bagi Persika 1951 turnamen ini lebih dari sekadar pertandingan. Ia adalah jalan panjang untuk mengembalikan nama klub yang pernah menjadi bagian penting sepak bola Karawang.

Di kota industri yang semakin sibuk oleh hingar bingar banyak hal. Persika 1951 masih menyimpan satu hal yang belum tergantikan. Rasa memiliki dari orang-orang yang percaya lambang di dada bukan sekadar logo, melainkan kehormatan sebuah daerah.

 

Penulis : John O’ray

Check Also

BTN Dukung Jaksa Usut Dugaan Kredit Fiktif Perumahan

Karawangplus.com – Dalam bisnis pembiayaan perumahan, kepercayaan adalah fondasi utama. Bank percaya pada dokumen. Negara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.