Karawangplus.com – Dalam bisnis pembiayaan perumahan, kepercayaan adalah fondasi utama. Bank percaya pada dokumen. Negara percaya pada sistem. Masyarakat percaya rumah yang dicicilnya benar-benar ada. Ketika satu saja di antaranya dipalsukan, yang runtuh bukan hanya bangunan, melainkan seluruh legitimasi prosesnya.
Kasus dugaan korupsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menyeret pengembang PT BAS di Karawang memperlihatkan bagaimana manipulasi administratif dapat bekerja diam-diam di balik industri properti. Proyek Citra Swarna Grande dan Kartika Residence kini tengah diusut Kejaksaan Negeri Karawang atas dugaan penyimpangan sepanjang 2021 hingga 2024.
Penyidik menduga ada praktik pemalsuan dokumen, perubahan data tanpa persetujuan debitur, hingga penggunaan nama masyarakat kecil sebagai peminjam kredit. Pengemudi ojek, juru parkir, sampai pengangguran disebut masuk dalam skema itu. Mereka bukan sedang membeli rumah, melainkan diduga diposisikan sebagai alat agar kredit tetap bisa dicairkan.
Di titik inilah persoalannya melampaui sekadar kredit macet. Yang dipertaruhkan bukan hanya uang bank, tetapi integritas sistem pembiayaan rumah rakyat itu sendiri.
PT Bank Tabungan Negara memilih mengambil sikap terbuka. Perseroan menyatakan mendukung penuh proses penegakan hukum dan menegaskan tidak akan melindungi pihak-pihak yang terlibat penyimpangan.
“Begitu ditemukan indikasi penyimpangan yang dilakukan pihak pengembang, kami langsung mengambil langkah proaktif dengan mendukung penuh aparat penegak hukum,” ujar Corporate Secretary BTN, Ramon Armando.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penanda bahwa bank berusaha menjaga jarak dari praktik-praktik yang diduga dimainkan oknum pengembang. BTN menyebut, dalam banyak perkara serupa, fakta penyidikan justru menunjukkan perbankan kerap menjadi korban manipulasi data yang dirancang secara sistematis.
Karena itu, perseroan kini memperketat validasi debitur, memperkuat pengawasan dokumen kredit, dan memperketat seleksi mitra developer. Langkah yang semestinya memang menjadi pagar terakhir sebelum uang negara dan dana masyarakat mengalir ke proyek-proyek perumahan.
karawangplus.com Jujur Memotret Karawang