Karawangplus.com – Hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto itu menjadi perhatian banyak orang. Bukan semata karena ukurannya yang jumbo, melainkan karena makna yang dibawanya. Seekor sapi cokelat berukuran raksasa berdiri tegap. Bobotnya bukan main : 1,2 ton.
Bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, sapi tersebut bukan hanya simbol seremoni tahunan Idul Adha. Ia adalah titipan kepedulian. Amanah yang harus sampai kepada mereka yang paling berhak menerima.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyambut bantuan hewan kurban itu dengan penuh rasa syukur. Dengan mengenakan baju putih dan peci hitam, ia berdiri di samping sapi raksasa tersebut sambil sesekali menatapnya lekat. Di balik suasana yang tampak sederhana, tersimpan pesan tentang kebersamaan dan empati sosial.
“Terimakasih kepada bapak Presiden Prabowo yang setiap tahun memberikan bantuan sapi kurban untuk masyarakat kami. Insya Allah menjadi keberkahaan karena kurban ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar bupati.
Daging kurban itu rencananya akan ditebar untuk masyarakat kurang mampu dan anak-anak yatim di wilayah Cilamaya dan Tempuran. Dua kawasan pesisir yang selama ini dikenal memiliki denyut gotong royong yang kuat di tengah kehidupan masyarakatnya.
Di tangan warga kecil, setiap potong daging kurban selalu punya cerita. Ada senyum anak-anak yang jarang menikmati lauk istimewa. Ada para ibu yang memasak dengan wajah berbinar. Ada pula rasa hangat bahwa mereka tidak sendiri.
Karena itu, kehadiran sapi kurban presiden seberat 1,2 ton ini terasa lebih dari sekadar bantuan. Ia menjelma menjadi simbol perhatian negara yang turun hingga ke kampung-kampung.
Dan di Karawang, Idul Adha tahun ini kembali mengajarkan satu hal sederhana. Bahwa kebahagiaan terkadang hadir lewat cara yang paling membumi berbagi kepada sesama.
karawangplus.com Jujur Memotret Karawang