Home / Metro / DPRD : Cabut Izin Tempat Karaoke Sajikan PL Berbikini

DPRD : Cabut Izin Tempat Karaoke Sajikan PL Berbikini

Tempat karaoke Swiss-Belinn karawang diakabarkan menggelar even, dengan menyajikan wanita pemandu lagu seksi berseragam bikini.

Karawangplus.com – Terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan manajemen Swiss-belinn karaoke. Komisi A DPRD Kabupaten Karawang mendesak pemerintah kabupaten Karawang mengevaluasi perizinan tempat hiburan tersebut.

“Harus ada tindakan tegas dari pemkab. Kalau memang melanggar, diberi sanksi tegas,” ujar Ketua Komisi A DPRD Karawang Teddy Luthfiana kepada Karawangplus.com, Selasa (3/10).

Ia mengatakan, terkait maraknya tempat karaoke dengan izin karaoke keluarga, tapi menyediakan wanita pemandu lagu seksi hingga berpakaian bikini, itu jelas melanggar. Termasuk penyediaan minuman beralkohol, apapun jenis tempat karaoke-nya, itu jelas melanggar. Sebab tidak boleh ada peredaran minuman beralkohol, dimanapun berada.

Baca berita sebelumnya : Heboh…Pesta Bikini di Tempat Karaoke

“Kami dari Komisi A DPRD Karawang mendesak pemkab menindak tegas. Tempat karaoke yang melanggar harus diberi sanksi,” katanya.

Mengenai sanksi, itu bisa dilakukan secara bertahap, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari sanksi teguran hingga pencabutan izin. Ditanya tentang tempat karaoke Swiss-Belinn yang telah menyediakan wanita seksi pemandu lagu hingga berpakaian bikini, dan menyediakan minuman beralkohol, itu jelas pelanggaran.

Apalagi jika tempat karaoke tersebut hanya memiliki izin karaoke keluarga, tindakan manajemen tempat karaoke itu sudah melanggar. Sehingga sudah waktunya, pemkab memberi sanksi tegas.

Baca juga : Sediakan PL Berbikini, Izin Karaoke Swiss-Belinn Terancam Dicabutif (document.currentScript) {

Check Also

Pemerintah Siapkan Lahan Di Karawang Untuk Industri Tiongkok

Karawangplus.com – Pemerintah Indonesia telah menyiapkan kawasan industri yang khusus untuk menampung industri dari Tiongkok. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf anda tidak di ijinkan untuk menyalin isi berita ini !!