Karawangplus.com – Band hard rock metal NOEND resmi merilis lagu terbaru berjudul Teja Kamenai pada 16 Maret 2026 melalui eL RECORD Entertainment. Lagu ini hadir sebagai bentuk respons atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Iran, sekaligus menjadi bagian dari proses penggarapan album EP mereka di awal tahun ini.
NOEND sendiri merupakan band yang dibentuk pada 2025 oleh Aditya bersama Eka, yang kemudian menemukan kecocokan musikal dengan personel lain. Mereka mengusung genre hard rock dan metal dengan karakter distorsi gitar yang kuat serta komposisi musik yang agresif.
Perjalanan band ini sempat mengalami vakum sebelum akhirnya kembali aktif setelah Eka bertemu dengan Andika, gitaris asal Cikarang yang akrab disapa Dhekok. Pertemuan tersebut menjadi titik awal kebangkitan NOEND dalam menyusun materi baru dan memperkuat arah musikal mereka.
Seiring waktu, formasi band pun semakin solid dengan bergabungnya Djibrut sebagai vokalis utama. Posisi drum yang sempat diisi Christian kemudian digantikan oleh Doyok. Formasi akhir NOEND terdiri dari Djibrut (vokal), Eka dan Andika Dhekok (gitar), Aditya (bass), serta Doyok (drum).
Dalam proses kreatifnya, NOEND dikenal kerap mengangkat realitas sosial, termasuk dinamika kehidupan, lingkungan, hingga isu-isu kemanusiaan. Hal ini kembali tercermin dalam lagu Teja Kamenai yang terinspirasi dari tragedi pemboman sebuah sekolah putri di Kota Minab, Iran, yang menewaskan 165 orang.
Eka mengungkapkan bahwa lagu tersebut lahir dari kegelisahan pribadi setelah melihat peristiwa pemakaman massal pada 3 Maret 2026.
“Dalam waktu dua jam, lirik dan melodi dasar lagu ini langsung tercipta. Itu bentuk respons spontan atas rasa duka yang kami rasakan,” ujarnya, Rabu 18 Maret 2026.
Lagu yang juga memiliki versi bahasa Inggris berjudul Tehran Don’t You Cry ini kemudian disempurnakan bersama Dhekok dan Djibrut sebelum akhirnya direkam bersama seluruh personel. NOEND menyebut karya ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Iran sekaligus kecaman terhadap konflik bersenjata yang terjadi.
Secara musikal, NOEND mengaku terinspirasi dari band-band besar seperti Edane, Pantera, dan AC/DC, dengan penekanan pada kekuatan riff dan ritme gitar.
“Kami ingin menonjolkan karakter gitar yang kuat dan tebal, seperti warna musik 90-an, tapi tetap dengan identitas kami sendiri,” pungkasnya.
karawangplus.com Jujur Memotret Karawang