Fitnah Kyai Pesantren, Ketua NU Terancam Dipolisikan

Karawangplus.com –  Isi Pesan WhatsApp Ketua Nahdlatul ‘Ulama (NU) Kabupaten Karawang KH. A. Ruhyat Hasby yang tersebar di WAG, berisi tudingan yang menyebut sejumlah nama ulama pimpinan pesantren telah menerima sejumlah uang ratusan juta dari pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupatk Cellica – Aep berbuntut panjang. Para ulama akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, jika yang bersangkutan tidak meminta maaf.

5 nama ulama yang juga pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Karawang ini diterpa isu tak sedap, bahkan merasa difitnah dengan pernyataan melalui pesan WhatsApp KH. A. Ruhyat Hasby yang isinya sangat menyudutkan. Berikut isi dari pesan yang dibuat oleh KH. A. Ruhyat Hasby atau akrab disapa Kang Uyan yang beredar luas di media sosial.

Assalamualaikum wrwb

Membaca politik licik ala Cellica dan PKS hrs menjadi pemicu semangat bagi kita untuk terus bergerak mencari dukungan sebanyak mungkin. Ketika mereka sdh tdk masuk melalui pintu NU struktural, mereka Sekarang gencar masuk ke NU kultural dengan masif. Semua pesantren NU yg rata2 tdk aktif di struktur disambangi mereka, dg memberikan bantuan 250 jt – 300 jt .

1. Nurusalam (Ujang Badruddin) Medang asem

2. Baitul Burhan (Wawan) jarakah tempuran

3. Annihayah (Tatang) rawamerta

4. Alhidayah (aa goni) rawamerta

5. Sabilul Khair (Agus) manggung jaya cikul

Maka saya berharap kepada seluruh pengurus PCNU, BANOM, lembaga dan  MWC NU segera bertindak dan bergerak , jangan tinggal diam di rmh masing-masing .. mari kita jaga Marwah NU dg mengantarkan kader terbaik NU, kang JIMI sbg bupati Karawang.

Wassalamu’alaikum wrwb

A. Ruhyat Hasby (Kang Uyan)

Menanggapi tudingan miring tersebut, kelima nama ulama yang juga pimpinan pondok pesantren tersebut menggelar konferensi pers. Mereka menyatakan informasi  yang dikatakan oleh Kang Uyan melalui pesan WAG itu adalah fitnah.

“Pernyataan semua pesantren NU yang rata-rata tidak aktif di struktur disambangi mereka, dengan memberil‹an bantuan 250 juta – 300 juta, ini adalah fitnah,” tulis isi pernyataan sikap para alim ulama tersebut.

Apalagi nama mereka dikaitkan dengan nama calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Karawang 9 Desember 2020 mendatang.

“Yang sesungguh nya kami tidak menerima bantuan uang dari pihak Calon Bupati dan Wakil Bupati manapun sebagaimana yang ditulis H. Ahmad Ruhyat Hasby, apalagi dikaitkan dengan dukungan pada Pilkada Karawang 2020 ini,” tegasnya.

Selain itu, para ulama itu juga menyampaikan sikap yang tertuang dalam 5 poin sebagai berikut:

1. Meminta kepada KH.Ahmad Ruhyat Hasby untuk mengklarifiksi & meminta maaf secara terbuka di media massa, karena fitnah itu menyangkut pribadi & lembaga yang kami pimpin. Sebagaimana diketahui, lembaga kami berkaitan dg santri, guru/ustad & wali santri, sehingga perlu penjelasan atas pernyataan KH. Ahmad Ruhyat Hasby tersebut.

2. Jika KH. Ahmad Ruhyat Hasby tidak bersedia sebagaimana pada poin 1, maka kami akan menempuh jalur hukum, demi menjaga marwah Pesantren & seluruh civitas pesantren.

3. Memohon kepada masyarakat agar tidak mempercayai fitnah tersebut

4. Meminta kepada seluruh masyarakat Karawang agar menjaga ukhwah, menghormati perbedaan khususnya pilihan pada Pilkada Karawang 2020 ini.

5. Memohon kepada seluruh pengurus NU Karawang agar tidak mengatasnamakan organisasi NU dalam dukungan kepada salah-satu Pasangan Calon. Karena sepengetahuan kami, warga Nahdiyin Karawang ada di semua pasangan calon Bupati & Wakil Bupati Karawang pada Pilkada 2020 ini.

Kami yang membuat Pernyataan :

1.KH. Ujang Badruddin, pimpinan Pesantren Nurussalam, Medangasem jayakerta

2.KH. Tatang Syihabudin, pimpinan Pesantren Annihayah Rawamerta

3.KH. Shofwan Abdul Goni, Pimpinan Pesantren Baitul Burhan, Jarakah Tempuran

4. KH. Abdul Ghoni, pimpinan Pesantren Alhidayah, Rawamerta

5. Kiyai Agus, Pengajar Pesantren Sabilul Khair, Manggungjaya Cilamaya Kulon

Check Also

Ngaku Ketua, Endang Sodikin Disemprot DPW Lasqi Jawa Barat

Karawangplus.com – DPW Lembaga Seni dan Qosidah Indonesia (Lasqi) Jawa Barat buka suara mengenai klaim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf anda tidak di ijinkan untuk menyalin isi berita ini !!