Kasus Corona Meningkat, Ketua DPRD Karawang Minta Perusahaan Buat Aturan Ketat

Ketua DPRD Karawang Pendi Anwar.

Karawangplus.com – DPRD Kabupaten Karawang menyoroti kasus virus corona atau Covid-19 di industri di Karawang yang mengalami kenaikan dalam beberapa minggu ini.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar mengatakan, sebelumnya kasus virus corona di Kabupaten Karawang rendah.

Bahkan, kata Pendi Anwar, pada Mei 2020, sempat nol kasus virus corona.Namun sejak masuk era kebiasaan baru, masyarakat beranggapan Covid-19 tidak ada.
“Itu bahasa masyarakat yang sempat muncul akhirnya mereka mengabaikan aturan pemerintah,” ujarnya lagi.

Lalu pada beberapa minggu terakhir ini terjadinya kenaikan angka kasus Covid-19, terutama di kawasan industri di Karawang. Kluster Industri ini menjadi penyumbang kasus Covid-19 di Jawa Barat. Wilayah tidak hanya di Karawang melainkan beberapa kawasan industri di wilayah lain.

Pendi Anwar pun meminta kepada pengusaha agar membuat aturan ketat di lingkungan perusahaan dan protokol kesehatan virus corona benar-benar dilakukan secara baik. “Jangan sampai ada Karyawan yang meninggal karena Covid-19,” ujarnya.

Menurut dia, pasien virus corona yang meninggal dunia tidak boleh dikunjungi masyarakat.”Yang ngelayat nggak ada. Ini kan harus jadi perhatian bersama,” katanya.

Dia juga meminta agar perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan semata dan mengabaikan kesehatan karyawan.Karyawan, kata Pendi Anwar, merupakan aset perusahaan sehingga perlu ada aturan tegas di perusahaan yang menjaga kesehatan karyawan. “Keuntungan boleh dikejar tapi karyawan merupakan aset perusahaan. Jangan sampai hilang. Bikin aturan yang tegas di perusahaan. Misalnya wajib pakai masker pakai hand sanitizer,” ucap Pendi Anwar.

Check Also

Pilkades Sukaluyu Menghangat, Lina Herlina Sosialisasi Door to Door

Karawangplus.com – Gegap gempita Pemilihan Kepala Desa mulai terasa di sejumlah wilayah Karawang. Banyak calon …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf anda tidak di ijinkan untuk menyalin isi berita ini !!